Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Juli 2017

Sistem Canggih Milik Menteri Susi, Maling Ikan? Jangan Harap Bisa Kabur




Magazine Daily QQ - Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti terus memperbaharui sistem pemantauan aktifitas lepas pantai sebagai salah satu upaya untuk memerangi pencurian ikan di perairan Indoensia.

Salah satunya adalah dengan menggunakan sistem pelacak Global Fishing Watch (GFW) yang dikembangkan perusahaan asal Amerika Serikat, Skytruth dan Google. Sistem tersebut hari ini dipamerkan Susi di kantor KKP (Kementerian Kelautan Perikanan).

GFW merupakan basis sistem teknolgi pengawasan yang memanfaatkan data satelit untuk mengawasi aktivitas penangkapan ikan komersial yang terjadi di seluruh dunia.
Klik di sini <== Untuk Melihat Live Score Sepak Bola
GFW bekerja dengan menganalisa data dari jaringan Automatic Identification System (AIS). AIS sendiri, merupakan alat yang terpasang di badan kapal dan memancarkan data GPS yang menunjukkan lokasi kapal yang bersangkutan.

Aaron Roan, Data Scientist Skytruth mengatakan, data pergerakan kapal dari mulai identitas kapal, kecepatan kapal hingga arah pergerakan kapal yang diperoleh dari satelit, akan dianalisa GFW untuk mengenali perilaku kapal.

"Kita tak tahu apa yang terjadi di laut, tapi di sini (GFW) kita bisa lihat ada kapal (asing) di situ, kemudian bertemu kapal dari Indonesia di situ," kata Roan sembari menunjukkan contoh pergerakan kapal asing dari Singapura yang tengah berpapasan dengan kapal ikan asal Indonesia di tengah Samudra Hindia.

Dengan analisa yang dilakukan sistem GFW, aktivitas mencurigakan di tengah laut bisa lebih mudah dikenali.

"Aktivitas bertemu dan berhentinya kapal di laut itu di pertanyakan. Apa itu salah satu pola transhipment," tambahnya.

GFW melengkapi sistem pendeteksi yang saat ini sudah dimiliki KKP lewat VMS (Vessel Monitoring Syatem) yang juga sama-sama memanfaatkan data AIS untuk memantau pergerakan kapal Indonesia dengan ukuran di atas 30 GT.

Kelebihannya, GFW memiliki cakupan yang lebih luas ketimbang VMS. Sehingga bisa mendeteksi keberadaan kapal dari AIS atau GPS kapal yang bersangkutan meskipun tengah berada di luar perairan Indonesia.

Selama ini, AIS di luar perairan Indonesia tidak akan terdeteksi oleh sistem VMS. Celah ini lah yang sering dimanfaatkan pencuri ikan untuk melarikan diri dari Indonesia.

Dengan sistem  terbaru yang telah dimanfaatkan oleh ibu Susi beberapa tahun belakangan ini, persentase kapal pencuri ikan memiliki ruang untuk melarikan diri lebih sedikit.
Klik di sini <== Untuk Melihat Baca Tips Bermain Game Kartu Online
"Data-data (dari GFW) inilah yang akan di  tindak lanjuti dan di analisa oleh kami kata ibu susi di kantor KKP. Jadi bukti awal untuk melakukan investigasi. Jangan salah, kapal-kapal kita sudah bisa melaut ke laut dalam, ini kan kerugian buat Indonesia. Produksi (ikan) rendah, pajaknya juga rendah. Jadi perilaku ini yang harus ditertibkan," pungkas Susi.            

Senin, 03 Juli 2017

Gerebek Tempat Perjudian, Polda Sumsel Tangkap 91 Orang


Jakarta - Kepolisian dari Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan menangkap 91 orang dalam penggerebekan tempat perjudian di kota Palembang. Polisi juga menyita barang bukti berupa peralatan perjudian, mata dadu, dan sepeda motor.

Operasi ini digelar pukul 17.00 WIB di tempat perjudian yang ada di Jalan Noerdin Pandji, Kawasan Talang Buruk, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Senin (3/7/2017). Operasi ini masih merupakan dari rangkaian operasi Ramadniya.

"Operasi ini masih berkaitan dengan operasi Ramadniya. Jadi memang kita bersihkan semua tempat perjudian dan penyakit masyarakat. Terbukti 91 orang berhasil kita amankan, di mana 70 orang pria dan 21 orang wanita," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Prasetijo Utomo di lokasi penggere.

91 Orang yang ditahan tersebut sempat kocar-kacir saat mengetahui polisi datang di tempat perjudian. Beberapa di antaranya bahkan berusaha untuk melarikan diri. Polisi langsung menutup akses keluar lokasi perjudian dan berhasil menangkap semua orang tersebut.

Beberapa orang juga tengah asyik bermain judi saat polisi melakukan penggerebekan. Mereka langsung panik saat polisi datang menangkap. 

Operasi digelar setelah adanya laporan masyarakat yang resah dengan aktifitas perjudian di lokasi tersebut. "Ini semua (Pelaku) kita bawa ke Mapolda untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terkait sudah sejak kapan beroperasi, kita akan dalami dan juga mencari siapa pemilik tempat perjudian ini," ujar Prasetijo. 


Minggu, 14 Mei 2017

Harga Ban Melambung, Pengusaha Truk Terpaksa Naikkan Tarif


Magazine Daily QQ JAKARTA - Pengusaha jasa truk logistik akan menaikkan tarif pengiriman barang pada musim sibuk Ramadan dan Lebaran tahun ini.
Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bidang Distribusi dan Logistik Kyatmaja Lookman mengatakan, pengusaha terpaksa menaikkan tarif karena stok ban radial semakin menipis ditambah melambungnya harga ban lokal.
"Ini repotnya jadi transporter. Padahal sekarang volume sedang tinggi-tingginya," katanya kepada Bisnis, Minggu (14/5/2017).
Kyatmaja yang juga CEO PT Lookman Djaja ini menuturkan, kenaikan beban biaya mereka sekitar 7%-10% atau sekitar Rp500 ribu per trip untuk rute Jakarta-Surabaya.
Dijelaskan, untuk konsumen dengan kontrak di awal pihaknya memang tidak bisa menaikkan harga. Namun, untuk konsumen nonreguler terpaksa dinaikkan.
Dia menambahkan, seperti tahun-tahun sebelumnya biaya pengiriman memang naik di musim sibuk seperti ini karena pertambahan volume. Namun, tahun ini berbeda karena faktor pasokan ban.
Ban merupakan komponen termahal kedua setelah bahan bakar. Untuk rute Jakarta-Surabaya, biaya bahan bakar yang dihabiskan sekitar Rp1 juta-Rp1,5 juta per trip. Sedangkan ban, jika memakai buatan lokal sekitar Rp1 juta. Sedangkan bila memakai ban radial impor harganya lebih murah 50%.
Kenaikan harga ban tersebut seiring dengan semakin menghilangnya ban truk jenis radial ( kawat baja ) impor di pasaran. Penyebabnya adalah Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 77/M-DAG/PER/11/2016 tentang ketentuan impor ban yang berlaku awal tahun ini.

Rabu, 10 Mei 2017

Anonymous Indonesia Turun Tangan Karena Timbangan Hukum Indonesia Telah Rusak



Melihat Kejujuran ahok, hacker anonymous indonesia tergerak hati nya, Setelah aksi meretas situs Telkomsel dan situs Indosat Ooredoo, kini giliran situs Pengadilan Negeri Negara, 

Pantauan Magazine Daily QQ, situs www.pn-negara.go.id tersebut memuat foto Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Peretas yang menamakan Konslet & Achon666ju5t tersebut juga mengirimkan pesan berupa tulisan:


"Simple explanation: they didn't know the diffrence between "eat with spoon" and "eat spoon". They claimed both are same meaning, and made this governor guilty. the end."

"RIP Justice In My Country", "Indonesian Hacker Rulez "Presidentkuvukilland@gmail.com"

Hingga tulisan ini di terbitkan, situs pengadilan negeri masih belum beroperasi dengan normal, sesekali tampil tertulis "The site can't be reached".

Tidak Tertutup Kemungkinan Hacker yang menamakan mereka "Anonymous Indonesia" akan meretas lebih banyak lagi situs pemerintah apabila tidak memperbaiki Timbangan Hukum Di Indonesia.

Selasa (9/5) kemarin, majelis hakim memvonis Ahok 2 tahun penjara karena diyakini telah menodai agama dengan menyebut Surat Al-Maidah 51 yang dikaitkan dengan politik pilkada. Ahok sebagai gubernur, disebut majelis hakim, seharusnya berhati-hati mengeluarkan pernyataan.

Ahok kini dipindahkan di Rutan Mako Brimob setelah sempat ditahan di Rutan Cipinang. Dia menyatakan banding atas vonis itu.

Selasa, 09 Mei 2017

Karangan Bunga untuk Ahok Mulai Penuhi Halaman Rutan Cipinang



Magazine Daily QQ (Jakarta), - Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok divonis dua tahun penjara, kasus penistaan agama. Kini, dukungan pun terus mengalir setelah Ahok ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.
Ratusan pendukung Ahok memadati halaman Rutan Cipinang, menuntut agar Ahok dibebaskan dari penahanan. Selain menyanyikan lagu kebangsaan, mereka juga menyalakan lilin sebagai simbol dukungan.

Menurut sumber terpercaya selasa (9/5/2017), kiriman karangan bunga terus mengalir hingga berjejer memadati pagar Rutan Cipinang. Tulisan dalam karangan bunga pun beragam, tapi umumnya berisi penyemangat untuk Ahok.
"Untuk rasa sakit yang kau terima, bapak Ahok martir buat kota ini. Jangan pernah patah semangat apa pun putusan hakim," tulis salah satu karangan bunga tanpa nama pengirimnya.
Berbeda dengan warga bernama Rumia, dia memberikan dukungan kepada Ahok dengan menyalakan lilin di halaman Rutan Cipianang.
"Ini untuk Pak Ahok, untuk keadilan negeri ini. Kami ingin Pak Ahok bebas," kata Rumia dengan lilin di tangannya.
Bahkan, Rumia mengaku akan menginap malam ini di Rutan Cipinang, agar Ahok dibebaskan dari penahanan. Dia berharap bisa segera menemui Ahok.
"Kami siap menginap kalau Pak Ahok tidak diizinkan bertemu kami. Lima menit saja, masa tidak boleh," ujar Rumia.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok divonis dua tahun penjara atas kasus penistaan agama. Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara Dwiarso Budi Santiarto menyatakan, Ahok bersalah dan terbukti melakukan tindakan penodaan agama.
Atas keputusan vonis dua tahun tersebut, Ahok akan melakukan banding. Ahok sekarang berada di Rutan Cipinang, Jakarta Timur setelah hakim memerintahkan ada penahanan.
Ratusan pendukung Ahok pun mendatangi Rutan Cipinang, dan menggelar aksi unjuk rasa sejak sore hingga Selasa malam. Mereka menuntut agar Ahok tidak ditahan.
Setelah dibujuk Djarot, mereka akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 22.30 WIB. Namun besok mereka akan kembali hingga Ahok dibebaskan dari penahanan.



Operasi Patuh Toba 2017, Polda Sumut Gelar Razia Besar-Besaran


Magazine Daily QQ (Medan) - Polda Sumut mulai melakukan razia besar-besaran. Razia ini diberi sandi Operasi Patuh Toba 2017 dan berlangsung 14 hari, mulai 9 Mei hingga 22 Mei 2017 serentak di seluruh daerah.
Razia ini dilaksanakan guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam tertib berlalu lintas, sekaligus menjaga keamanan di wilayah Sumatera Utara.
Apel gelar pasukan dilakukan di Lapangan Benteng Medan, Selasa (9/5) pagi. Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi mengatakan, digelarnya Operasi Patuh Toba ini karena permasalahan lalu-lintas berkembang cepat dan dinamis.
Apalagi sekarang ini, di era digital masyarakat bisa memesan angkutan publik via ponsel, dan modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja Polri khususnya Polantas untuk mampu mengantisipasi segala dampak yang timbul dari modernisasi transportasi.
Erry berharap, operasi Patuh Toba bisa mewujudkan keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.
"Keselamatan dalam berlalu lintas sering diabaikan, bahkan dianggap tidak penting oleh pengguna lalu lintas, baik itu pejalan kaki, pengendara sepeda motor maupun pengguna jalan lainnya," terangnya.

Pernyataan Erry itu ditunjang dengan data kepolisian. Pada Operasi Patuh 2016 tercatat 2,542 kejadian kecelakaan. Jumlahnya mengalami meningkat 132 kejadian dibanding 2015 lalu, yakni 2,410 kejadian.
Korban meninggal dunia 2016 terdata 412 orang, mengalami penurunan sebanyak 76 kasus atau 18 persen dibandingkan tahun 2015 (meninggal 488 orang, luka berat 724 orang). Namun jumlah pelanggar lalu lintas meningkat dari 74.195 pelanggar (pada 2015) menjadi 750.107 pelanggar (2016).
Pada apel kegiatan ini turut hadir Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Kasdam I/BB, Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Andi Loedianto, Perwakilan Kajati, Perwakilan Danlatamal, Perwakilan Pangkosek, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, Para Pejabat Utama Polda Sumut, Muspida TK I Sumut, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho dan Para Kapolsek Jajaran Polrestabes Medan dan jurnalis.

Terbukti Menodai Agama, Ahok Divonis 2 Tahun Penjara



Magazine Daily QQ, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama divonis hukuman 2 tahun penjara atas kasus dugaan penodaan agama. Vonis tersebut dibacakan oleh hakim dalam persidangan di Kementerian Pertanian, Ragunan, Selasa (9/5/2017).

"Menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penodaan agama dan menjatuhkan penjara selama 2 tahun," ujar hakim.

Perbuatan Ahok dinilai memenuhi unsur Pasal 156a KUHP. Vonis hakim ini lebih berat dari tuntutan jaksa. Jaksa sebelumnya menuntut Ahok dengan hukuman 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun.



Selama proses persidangan, berbagai macam saksi telah dihadirkan diantaranya saksi pelapor, saksi ahli, saksi fakta, dan juga saksi meringankan yang dibawa oleh pengacara Ahok.

Adapun Ahok didakwa dua pasal, yakni Pasal 156 dan 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pasal 156 KUHP berbunyi, "Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4.500".



Sedangkan isi Pasal 156a KUHP adalah, "Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia".





Saat Hakim Bacakan Putusan, Muka Jaksa Bengong Semua.



Magazine Daily QQ, JAKARTA - Kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama, Rolas Sitinjak berpendapat bahwa vonis majelis hakim terhadap kliennya agak janggal.

Sebabnya, vonis dua tahun penjara tidak sejalan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, yakni satu tahun penjara dan dua tahun masa percobaan.

"Saat hakim bacakan putusan, itu muka jaksa bengong semua. Kaget mereka," ujar Rolas kepada Kompas.com melalui sambungan telpon, Selasa (9/5/2017).


"Jadi yang didakwa apa, yang dituntut apa, eh vonisnya apa? Beda semua," lanjut dia.

Meski tidak terikat harus demikian, menurut Rolas, vonis hakim pada umumnya tak jauh berbeda dari dakwaan atau tuntutan.

Vonis yang lebih berat seperti ini dinilai janggal. Oleh sebab itu, pihak Basuki alias Ahok akan langsung mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Diberitakan, majelis hakim menilai Ahok terbukti menodai agama dan menjatuhkan hukuman dua tahun penjara. Majelis hakim juga memerintahkan agar Ahok ditahan.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penodaan agama, menjatuhkan putusan pada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun. Memerintahkan agar terdakwa ditahan," kata Dwiarso Budi, Ketua Majelis Hakim.


Di balik kekuatan karakter lelaki, sering kali ada wanita istimewa di sebelahnya.
Terlepas dari persoalan salah-benar, Basuki Tjahaja Purnama merupakan sosok dengan karakter kuat.
Kepemimpinannya juga banyak mendapat pujian karena ketegasan dan prioritas program yang dia jalankan.
Salah satu kekuatan karakternya adalah berani menegakkan apa yang dia anggap benar dan baik.
Dia tak peduli preman, tak peduli cacian, tak peduli ancaman dalam menjalankan keyakinannya menjalankan tugas.
Dan, tak bisa dipungkiri, di balik kekuatan itu ada wanita istimewa di sampingnya yang memberi dukungan besar.
Dia tak lain Veronica Tan, istri yang setia mendampinginya sejak pernikahan pada 6 September 1997.
Dukungan Veronica memang tidak diujudkan dalam aksi kata-kata atau retorika berbusa-busa, atau aksi penuh pemberitaan media massa.
Dia seperti melantunkan nyanyian sunyi yang senantiasa memberi kekuatan jiwa kepada Basuki Tjahaja Purnama, termasuk saat menghadapi kasusnya atas tuduhan penistaan agama.
Begitu divonis 2 tahun oleh pengadilan, Selasa (9/5/2017), Veronica Tan juga tak memberi pernyataan berapi-api, meski emosinya tentu sedang meninggi.
Dia tetap mencoba memberikan dukungan terbaik lewat kesunyian.
Begitu Ahok dibawa ke Rutan Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (9/5/2017) siang, Veronica Tan dan anaknya Nicholas Sean Purnama langsung menyusul.
Kedatangan mereka untuk menemui suami dan ayah mereka yang baru saja divonis hukuman dua tahun penjara untuk kasus dugaan penodaan agama, Basuki ” Ahok” Tjahaja Purnama.
Vero tiba bersama Nicholas di halaman rutan pukul 13.20 WIB.
Vero masuk lebih dulu ke dalam rutan, disusul oleh Nicholas.
Keduanya sama-sama tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Ekspresi wajah mereka juga tampak datar dengan tatapan lurus ke depan, meski melewati kerumunan pewarta yang berada di lokasi.
Dia seolah tetap melantunkan nyanyian sunyi. Sudah tentu gejolak hati dan jiwanya meronta, karena sang suami berada di tahanan.
Namun, Vero lebih mengerahkan seluruh energinya dengan caranya.
Memberi dukungan dan mencurahkan kasih sayang buat orang tercinta, Basuki Tjahaja Purnama.
Menangis, itu pasti. Tapi, tangisan itu terkesan sunyi. Mungkin tak terdengar dan tak terekspose gegap gempita media masa, tapi tangisan sunyi itu sudah tentu menyayat hati.
Ketegaran Vero sudah teruji. Dia selalu setia dan tenang mendampingi dan mendukung dinamika Ahok sejak terjun di dunia keras politik Indonesia pada 2004.
Sekian ancaman, tekanan, cacian sudah biasa dia alami.
Manusiawi jika ketakutan dan kegetiran datang bertubi. Tapi, Veronica selalu menunjukkan ketenangannya.
Seperti melantunkan nyanyian sunyi, memainkan nada-nada sakral buat sang suami.
“Saya selalu suport suami, tapi juga tetap menjaga rumah memikirkan anak-anak, tidak harus selalu bersamanya,” kata Veronica Tan.
Kekuatannya membangun keseimbangan antara urusan suami, anak, dan keluarga itu ternyata menjadi kekuatannya, juga kekuatan Ahok.
“Dari dulu bapak (Ahok) begitu, darah perjuangan. Kita dukung sebaik mungkin dan anak-anak juga sudah tahu siapa bapaknya,” tambahnya.
Artinya, Vero dan anaknya juga sudah menyadari setiap risiko jalan hidup yang diambil Ahok. Jalan hidup perjuangan, menurut istilahnya, yang tentu memiliki banyak risiko, termasuk ditahan.
Namun, satu keyakinan Veronica yang membuatnya kuat dan yakin, suaminya punya idealisme membela kebenaran.
“Anak-anak juga bangga bapaknya orang baik, karena mau berjuang untuk orang banyak. Saya juga berusaha memprotek anak-anak,” jelas Vero.
Perjalanan ke Cipinang
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama divonis hukuman 2 tahun penjara atas kasus dugaan penodaan agama.
Vonis tersebut dibacakan oleh hakim dalam persidangan di Kementerian Pertanian, Ragunan, Selasa (9/5/2017).
Kisah ini bermula dari peristiwa pada 27 September 2016, ketika Ahok berpidato saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, yang lalu dianggap menghina agama.
Sejumlah masyarakat melaporkan Ahok terkait dugaan penistaan agama sejak 6 Oktober 2016.
Mereka menilai pernyataan Ahok di depan warga Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 telah menodai agama.
Semula Ahok hanya berbicara perihal program nelayan yang telah dilaksanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Ahok lalu berjanji kepada nelayan meski dia tidak lagi terpilih sebagai gubernur pada pemilihan gubernur 2017 mendatang.
“Jadi jangan percaya-percaya sama orang. Kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu, gak bisa pilih saya. Ya kan? Dibohongi pakai Surat Al-Maidah ayat 51,” ucap Ahok.
Pernyataan Ahok pun menyulut kemarahan.
Demo menuntut Ahok pun digelar akbar pada 4 November silam.
Usai demo akbar tersebut, polisi memutuskan gelar perkara tentang penistaan agama dilakukan secara terbuka, namun terbatas.
Peserta gelar perkara diperkirakan mencapai lebih dari 50 orang.
Mereka terdiri dari tim penyelidik, ahli yang dihadirkan pelapor maupun terlapor, serta pimpinan gelar perkara dari Bareskrim Polri.
Kompolnas dan Ombudsman hanya bertindak sebagai pengawas.
Awalnya pidato Ahok itu tidak ada yang mempermasalahkan.
Namun pada 6 Oktober 2016 barulah menjadi isu besar ketika Buni Yani mengunggah video rekaman pidato itu di akun Facebooknya, berjudul ‘Penistaan terhadap Agama?’ dengan transkripsi pidato Ahok namun memotong kata ‘pakai’.
Ia menuliskan ‘karena dibohongi Surat Al Maidah 51′ dan bukan “karena dibohongi pakai Surat Al Maidah 51’, sebagaimana aslinya.
Ahok pun sudah meminta maaf pada 10 Oktober, kepada umat Islam, terkait ucapannya soal surat Al Maidah ayat 51.
Namun, pengadilan atas kasus itu tetap dijalankan dan Selasa (9/5/2017), dia divonis hukuman penjara selama 2 tahun.
12 Fakta Veronica Tan, Istri Ahok
Siapa tak kenal Veronika Tan, Istri Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ini memang selalu tampil dengan kesan tenang, minim ekspresi, bahkan terkesan dingin.
Inilah 10 fakta Veronica Tan.
1, Pernah menjadi mahasiswi di Universitas Parahiyangan Bandung, jurusan arsitektur dan pindah ke Universitas Pelita Harapan Jakarta karena keluarga melarang dengan alasan jauh.
2. Menamatkan pendidikan SD dan SMP di Medan, dan pindah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidiakn SMA.
3. Lahir di Medan Sumatera Utara pada tanggal 6 September 1977.
4. Ia adalah putri sulung dari tiga bersaudara.
5. Menikah dengan Ahok pada tanggal 6 September 1997 setelah berpacaran selama 3 tahun.
6. Perbedaan umur Veronica Tan dan Ahok saat menikah adalah 9 tahun dan menikah saat usianya 19 tahun.
7. Ahok melamar Veronica melalui ibunda dari Veronica dan menjelaskan bahwa ayahnya mengidap kanker stadium 4. sehingga ia mendesak Veronica untuk mau dinikahinya
8. Veronica Tan dan Ahok bertemu pertama kali pada tahun 1994 di Gereja Kristus Yesus, Pluit, Jakarta Utara.
9. Saat pertama kali bertemu, Ahok mengaku fokusnya ada pada kaki Veronica. Dirinya berpandangan, kalau kakinya bagus berarti Veronica memiliki kepribadian yang kokoh.
10. Veronica Tan pandai bermain alat musik seperti piano dan cello.
11. Pernikahan dengan Ahok dikaruniai tiga buah hati, yakni Nicholas Sean, Nathania, dan Daud Albeenner.
12. Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta. 

Ahok Ditahan, Apa Kabar Laporan Dugaan Penodaan Agama oleh Rizieq?

 Nasional

Jakarta, Magazine Daily QQ - Setelah kasus penodaan agama menyeret Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ke rumah tahanan, muncul pertanyaan apa kabar nasib kasus penodaan agama yang juga menjerat Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya masih menyelidiki laporan itu.

"Tentunya kan semua laporan dari masyarakat, kami tindaklanjuti. Ada SOP, ada prosedur, ada penyelidikan. Nanti kami mintai keterangan beberapa orang yang melaporkan dia. Apakah nanti memenuhi unsur pidana atau tidak. Tentu perlu kami dalami di situ," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/5/2017).

Argo mengatakan, dari sekian banyak laporan terhadap Rizieq, baru satu laporan yang terbukti mengandung unsur pidana, yakni kasus percakapan WhatsApp berkonten pornografi. Namun, Rizieq belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

"Kami belum
semuanya selesai memeriksa, kami masih banyak, ada beberapa yang perlu ditambah," kata Argo.

Di Polda Metro Jaya, Rizieq dilaporkan atas dugaan penodaan agama oleh Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP-PMKRI), Rumah Pelita, dan Student Peace Institute terkait ceramah Rizieq yang dianggap menghina ajaran nasrani.

Ada pula laporan soal pernyataan Rizieq yang menyebut logo palu arit pada uang kertas, penghinaan terhadap Kapolda Metro Jaya dan hansip, dugaan penistaan terhadap Pancasila yang dilaporkan ke Polda Jabar, serta penyerobotan tanah di Jawa Barat.

Jumat, 28 April 2017

Kehebatan dan Cerita di Balik Simpang Susun Semanggi


Magazine Daily QQ, Jakarta ,Simpang Susun Semanggi yang rencananya akan jadi infrastruktur pengentas kemacetan di kawasan itu ternyata menyimpan keunikan dan cerita di baliknya.

Deputi General Manager Superintendent Proyek Simpang Susun Semanggi dari Wijaya Karya Dani Widiatmoko menuturkan, Simpang Susun Semanggi memiliki salah satu teknologi jembatan tercanggih saat ini.

Dua flyover yang melingkar ini tersusun dari 333 segmental box girderyang telah dicetak (precast) untuk kemudian disusun. Tantangannya, jika cetakan tidak sama persis atau berbeda beberapa sentimeter saja, antara boks yang satu dan yang lain tidak akan bertemu sempurna.

Jarak antarkolom terjauh, sekitar 80 meter, menuntut kepresisian dalam pemasangan. Sebab, jika tidak, flyover ini bisa ambruk sewaktu-waktu.

"Pengerjaannya enggak expose, sering kali ada beton yang kelihatan, itu namanya cold joint karena sambungan antara cor beton yang lama sama baru enggak ketemu. Kemudian di kolomnya Anda lihat benar-benar expose presisi, silakan benchmark (bandingkan) ke tempat yang lain," kata Dani di lokasi, Selasa (21/2/2017).





Kecanggihan teknologi ini sebenarnya bukan yang pertama. Jembatan Semanggi, bersama Gelora Bung Karno, awalnya merupakan proyek prestise Bung Karno saat menyambut tamu Asian Games tahun 1962.



Jembatan tersebut mulai dibangun pada 1961. Ketika Presiden Soekarno telah mantap dengan idenya untuk membangun sebuah stadion olahraga megah di kawasan Senayan, Ir Sutami mengusulkan membangun jembatan guna mengatasi kemungkinan munculnya persoalan kemacetan lalu lintas.

Sutami, yang kala itu menjabat Menteri Pekerjaan Umum (PU), memunculkan ide itu dalam rapat kabinet. Dia mengaku khawatir kemacetan lalu lintas bakal timbul jika ada acara besar di Senayan.

" Jembatan Semanggi yang lama pada masanya menggunakan teknologi beton yang paling update, menggunakan precast. Kemudian pada zaman Pak Harto, Simpang Semanggi ini dikembangkan, ada tol dalam kota. Nah, terus pada zaman Pak Jokowi dan Pak Ahok ini disempurnakan," ujar Dani.

Berbeda dari jembatan pada umumnya di Ibu Kota dan Indonesia,Simpang Susun Semanggi memiliki dimensi XYZ, atau tiga dimensi, yakni memiliki ramp on dari bawah kemudian membentang dengan melingkar, dan ramp off atau turunan.


Adapun jembatan ini didesain oleh Jodi Firmasyah, ahli jembatan dari ITB yang pernah merancang Jembatan Barelang yang kini jadi ikon Pulau Batam.



Simpang Susun Semanggi yang rencananya akan jadi ikon Jakarta kedua setelah Monas tak hanya menyimpan kecanggihan, tetapi estetika dengan makna personal bagi Jakarta.

Salah satu estetika yang akan dinikmati warga nantinya adalah pencahayaan lampu warna-warni di sepanjang bentangnya.

Ketika diinisiasi pada 1961, Semanggi dipilih sebagai nama jembatan tersebut. Semanggi sesungguhnya nama lokal (Jawa) tumbuhan Marsileaceae yang bisa dijadikan lalapan. Tanaman merambat itu hidup di semak, berdaun majemuk, dan biasa ditemukan di dekat perairan.

"Jembatan ini kita anggap seperti daun semanggi, mengapung di atas air, sehingga nanti lampunya itu bisa disetel warnanya, kemudian dengan software khusus kita berikan efek seperti gelombang air," kata Dani.

Dani mengatakan, pakar pencahayaan dari Australia tengah mengkaji desain pencahayaan Simpang Susun Semanggi. Lampu ini nantinya bisa dikendalikan dari Balai Kota, tepatnya markas Jakarta Smart City.

Adapun pagar flyover atau parapet memiliki motif daun semanggi di sisi luarnya, sedangkan sisi dalam akan bermotif gigi balang seperti rumah adat Betawi.

"Parapetnya kita gunakan kearifan lokal," ujar Dani.

Pengerjaan pembangunan Simpang Susun Semanggi dilakukan PT Wijaya Karya Tbk. Dana yang dianggarkan untuk pembangunan proyek itu mencapai Rp 360 miliar. Dana tersebut berasal dari nilai kompensasi pengembang PT Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company.

Jembatan layang Semanggi ini akan terdiri dari dua ruas. Satu ruas diperuntukkan bagi kendaraan dari arah Cawang menuju ke Bundaran Hotel Indonesia, dan satu ruas lainnya untuk kendaraan dari arah Slipi menuju Blok M.

Wajah terbaru Semanggi ini rencananya akan diresmikan pada 17 Agustus 2017 bertepatan dengan hari ulang tahun ke-72 Indonesia.

Sabtu, 18 Maret 2017

Akibat Isu Medsos Soal Penculikan, Perempuan Ini Nyaris Diamuk

Surabaya - Seorang perempuan menjadi korban amuk massa di Jalan Hang Tuah VIII, Semampir, Surabaya. Perempuan bertubuh cukup gemuk itu dituduh warga sebagai penculik anak. Untung polisi segera menyelamatkannya.

"Warga menuduh perempuan itu berusaha menculik anak salah seorang warga sehingga warga marah," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satrio Utomo saat dihubungi detikcom, Sabtu (18/3/2017).

Amuk massa, kata Ardian, berawal saat warga menyebar isu bahwa seorang perempuan asing berjaket hijau sedang menuntun anak kecil yang merupakan anak salah seorang warga. Setelah ditemukan, perempuan itu digelandang. Warga sempat memukulinya.

"Ada kalau sekitar 500 warga yang berkerumun," kata Ardian.

Akibat Isu Medsos Soal Penculikan, Perempuan Ini Nyaris DiamukKerumunan orang di lokasi 


Mendengar keramaian itu, polisi datang ke lokasi. Perempuan itu segera diamankan dari massa yang hendak menghajarnya. Polisi membawa perempuan yang berusia sekitar 40 tahunan itu ke sebuah toilet milik warga dan memasukkannya ke dalamnya. Hal itu dilakukan agar tak ada yang menganiaya perempuan itu sembari menunggu mobil patroli datang ke lokasi.

Perempuan ini disangka penculik anakPerempuan ini disangka penculik anak 


Sekitar 30 menit kemudian, mobil patroli datang dan segera membawa perempuan itu ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Polisi yang melakukan penyelidikan menemukan bahwa tuduhan warga itu tidak benar. Perempuan yang dituduh telah menculik anak itu ternyata seorang pengemis.

"Setelah bertanya ke para saksi, tidak benar kalau perempuan itu menuntun anak kecil. Saksi hanya melihat perempuan itu hanya mengelus-elus kepala anak kecil yang memberinya uang. Tak ada warga yang berani dimintai keterangan ke kantor (polisi) kalau dia menyaksikan perempuan itu sedang menuntun anak," lanjut Ardian. 

Akibat Isu Medsos Soal Penculikan, Perempuan Ini Nyaris DiamukPerempuan yang diduga penculik anak 


Ardian menduga warga hanya salah paham saja. Warga termakan banyak berita melalui media sosial (medsos) tentang penculikan anak yang belum tentu dipastikan kebenarannya. Tuduhan tidak benar pun tercipta sehingga secara membabi buta warga pun menelan informasi itu mentah-mentah.

Ardian mengatakan bahwa perempuan itu tidak membawa identitas. Berdasarkan keterangan lisannya, dia mengaku bernama Indah Permata Sari dan pernah tinggal di sekitar kawasan Bungurasih, Sidoarjo. Polisi yang mengecek ke lokasi menemukan bahwa ada warga yang pernah melihat perempuan itu di kawasan tersebut.

"Perempuan itu ngemper, tidur-tiduran di emperan toko di Bungurasih," kata Ardian.

Meski sudah menyebutkan nama, namun polisi tak percaya begitu saja dengan pengakuan perempuan itu. Karena setiap ditanya, jawaban yang diberikan terkesan asal jawab saja dan sering tidak masuk akal. 

"Kami masih berusaha mencari tahu tentang perempuan ini. Untuk sementara kami akan berkoordinasi dengan dinas sosial untuk penampungannya. Yang pasti, perempuan ini bukan pelaku penculikan, apalagi bawa-bawa karung. Tidak ada yang melihat perempuan itu bawa karung" tandas Ardian.

Kamis, 02 Maret 2017

Raja Salman tatap muka dengan 36 tokoh Islam, Nama Rizieq Hilang Kemana ada yang tau?



Magazine Daily QQ - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memfasilitasi salah satu agenda Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud di Indonesia, bertemu dengan tokoh-tokoh Islam. Ada sekitar 36 tokoh Islam yang diundang ke Istana Negara bertatap muka dengan Raja Salman.

"Karena keterbatasan waktu, hanya tiga tokoh yang bisa mengajukan pertanyaan kepada Raja Salman. Dimulai dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin," ujar Jokowi membuka pertemuan tertutup tersebut di Istana Negara, Kamis (2/3).

Selain Ma'ruf Amin mewakili NU yang mengajukan pertanyaan, ada Yunahar Ilyas yang mewakili PP Muhammadiyah dan Habib Muhammad Luthfi yang merupakan seorang syekh kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah.


Raja Salman di Istana Negara Setpres RI

"Intinya para tokoh agama Islam di Indonesia, pertama, menyampaikan rasa syukur atas datangnya Raja Salman kemudian berterima kasih atas kerjasama dan perhatian yang luar biasa yang telah diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ditemui usai pertemuan tersebut, Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/3).
Berikut Daftar 36 tokoh Islam yang melakukan pertemuan dengan Raja Salman di Istana Merdeka, Jakarta. 

1. KH. Hasan Abdullah Sahal sebagai Pimpinan Pesantren Moderen Gontor Ponorogo
2. KH. Azzaim Ibrahimy sebagai Pimpinan Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo
3. KH. Ahmad Mohammad Tidjani sebagai Pimpinan Pesantren Al Amin Sumenep
4. KH. Syukron Ma'mun sebagai Pimpinan Pesantren Darurrahman Jakarta
5. KH. Mahrus Amin sebagai Pimpinan Pesantren Darunnajah Jakarta
6. KH Kholil As'ad sebagai PP Walisongo Asembagus Situbondo
7. Ustaz Arifin Ilham
8. Ustaz Yusuf Mansur
9. KH Ma'ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI
10. KH Din Syamsuddin sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI
11. Nasaruddin Umar sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal
12. KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU
13. KH Haedar Nasir sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah
14. Aceng Zakaria sebagai Ketua Umum Persis
15. Muhammad Siddik sebagai Ketua Umum DDII 
16. Abdullah Jaidi sebagai ketua umum Al-Irsyad al-Islamiyah
17. Yusnar Yusuf sebagai ketua umum Jamiyyatul Washliyah
18. Ahmad Satori Ismail sebagai ketua umum Ikadi
19. Sadeli Karim sebagai ketua umum Mathla'ul Anwar
20. Basri Barmanda sebagai ketua umum Perti
21. Hamdan Zoelva sebagai ketua umum Syarikat Islam 
22. Masdar F Masdu'i sebagai ketua umum DMI 
23. Abdillah Syam sebagai ketua umum LDII
24. Habib Zain bin Umar bin Smith sebagai ketua umum Rabitah Alalawiyah
25. Habib Nabil al Musawa sebagai Ketua Majelis Syuro Majelis Rasulullah 
26. Jimly Asshiddiqie sebagai ketua umum ICMI
27. Zannuba Arifah Chafsoh Rahman Wahid (Yenny Wahid) sebagai Direktur The Wahid Institute 
28. Siti Noordjannah Djohantini sebagai ketua umum PP Aisyiyah 
29. Khofifah Indar Parawansa sebagai ketua umum Muslimat NU 
30. Atifah Thaha sebagai ketua umum DPP Wanita Islam 
31. Syifa Fauzia sebagai ketua umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) 
32. Habib Hasan bin Ja'far Assegaf sebagai ketua umum Majelis Nurul Musthofa
33. Hasyim Muzadi sebagai Wantimpres
34. Prof Quraish Shihab sebagai mantan Menteri Agama RI
35. Prof Bambang Sudibyo sebagai ketua Baznas
36. Habib Muhammad Luthfi bin Yahya sebagai ketua MUI Jateng. 

Selasa, 28 Februari 2017

Berkat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Ada 500 Mahasiswa Terima KJP 18 Juta Tahun Ini



Magazine Daily QQ – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menganggarkan dana bantuan pendidikan untuk mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi negeri.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Andrianto mengatakan, anggaran Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) sudah masuk di APBD DKI 2017.

“Anggarannya untuk tahun ini sekitar Rp 58 miliar, jumlah pesertanya lebih kurang 594 peserta ya,” ujar Sopan ketika dihubungi, Senin (30/1/2017).

Sopan mengatakan, 594 peserta ini merupakan siswa SMA yang diterima di 46 perguruan tinggi negeri di Indonesia.


Mereka mendapatkan Rp 18 juta per tahun atau Rp 9 juta per semester. Menurut Sopan, jumlah penerima KJMU bisa saja bertambah seiring dengan penerimaan mahasiswa baru nanti.

“Kalau nanti semakin (banyak) diterima (di PTN), nanti dananya disiapkan,” kata dia.

Ia mengatakan, selama ini program KJMU sudah membantu warga kurang mampu yang tidak bisa membiayai anaknya di bangu kuliah.

Sopan juga mengatakan, sedang ada pembahasan untuk menambah besar dana KJMU. Hal ini sesuai dengan keinginan Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Sebab, besar kebutuhan mahasiswa di tiap perguruan tinggi negeri berbeda-beda.

“Itu sedang kami proses. Nanti akan disesuaikan dengan kampus atau jurusannya, kan tidak mungkin kuliah kedokteran sama dengan manajemen, jadi mungkin kami akan menyesuaikan,” ujar Sopan.

Senin, 27 Februari 2017

Wakil Gubernur DKI mengomentari soal Masjid Tolak Salatkan Jenazah di Setiabudi


Magazine Daily QQ, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyayangkan adanya sejumlah masjid di Jakarta yang menolak mensalatkan jenazah orang yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
"Sesuatu berlebihan itu tidak baik. Kebencian berlebihan itu tidak baik," ujar Djarot di kawasan Cipinang Muara, Jakarta Timur, Minggu, 26 Februari 2017.

Menurut Djarot, adanya penolakan tersebut sebagai reaksi dari kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok. Padahal, saat ini Ahok sudah diproses hukum.
Djarot menilai ada unsur politik dalam kebijakan beberapa masjid yang melarang mensalatkan jenazah orang yang mendukung Ahok. Hal tersebut menurutnya merugikan langkah mereka di putaran kedua.
"Pasti (dirugikan). Itu kan tulisannya untuk pendukung dan pembela penista agama. Itu kan buat menolak Pak Basuki tujuannya. Hanya tidak ditulis saja," ujar Djarot.
Menurut Djarot, jika ada sekelompok orang yang tidak menerima Ahok, maka dapat direalisasikan di bilik suara. Ketimbang membuat aturan tak mensalatkan orang yang mendukung Ahok.
"Kalau enggak setuju, enggak apa-apa. Nanti pada saat di bilik suara, tentukan suaranya. Supaya Jakarta damai. Jangan justru menakut-nakuti," ujar Djarot.
Beberapa waktu lalu, Masjid Al Jihad di Setiabudi, Jakarta Selatan, mendadak jadi sorotan publik. Poster besar bertuliskan: 'masjid ini tidak mensalatkan jenazah pembela penista agama', terbentang di masjid tersebut.

SRI MULYANI TANTANG SIAPA SAJA NYIRYIR YANG MENGATAKN SERAPAN APBD DKI AHOK RENDAH , INI BUKTI BUKTI APBD DKI JAKARTA MAJU PESAT SEJAK DI PIMPIN PAK AHOK , SAYA SIAP MENGUNDURKAN DIRI JIKA PERYATAAN SAYA SALAH.



Magazine Daily QQ, Jakarta, Semasa kepemimpinan Ahok, maka kita semua terbuka lebar mengenai banyak hal. Yang pertama adalah dana CSR yang dulu sepertinya kurang disorot, tapi Ahok memanfaatkan dengan sangat maksimal sehingga hasilnya dapat dilihat dari banyaknya RPTRA yang dibangun tanpa APBD DKI Jakarta sama sekali alias nol. Ini berarti penghematan yang sangat luar biasa. Dengan modal sekecil-kecilnya ahok mampu membangun dengan maksimal.

Yang kedua adalah Ahok membongkar dana siluman yang jumlahnya belasan triliunan yang salah satunya digunakan untuk membeli UPS yang harganya lebih mahal dari rumah mewah. Sekali lagi, tanpa Ahok mata kita selama ini selalu tertutup rapat mengenai apa yang sebenarnya terjadi.

Kembali lagi ke CSR, efek sampingnya adalah penghematan APBD. Tapi apresiasi ini malah dibalas dengan kritikan tidak berdasar karena serapan APBD DKI Jakarta mencapai sekitar 60% saja. Dan lucunya, ini dianggap beberapa orang (yang entah lugu atau tidak tahu) sebagai tanda banyak proyek atau pun pembangunan tidak berjalan.

Jika dilogikakan mentah-mentah, ini cukup masuk akal. 40% tidak terpakai berarti ada proyek yang terhenti. Tapi coba baca pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sri Mulyani Indrawati beberapa hari lalu mengungkapkan kesedihannya dengan pengelolaan APBN. Bukan soal penerimaan, melainkan realisasi belanja yang masih jauh dari yang diharapkan. Anggaran belanja memang dihabiskan oleh masing-masing Kementerian Lembaga namun efektivitasnya masih rendah.

Contohnya anggaran pendidikan tahun 2006 yang hanya sebesar 175 triliun dan sekarang mencapai Rp 400 triliun.

“Sekarang sudah lebih dari Rp 400 triliun. Are you enjoying the same quality? Kita tetap melihat bangunan sekolah yang tidak ada atapnya atau anak-anak sekolah yang belum layak,” kata Sri Mulyani.

Begitu juga dengan tunjangan guru yang nilainya mencapai kisaran Rp 25 triliun setiap tahunnya. Akan tetapi, apakah ini meningkatkan kualitas pengajaran?

Mari saya jawab. Sampai sekarang pendidikan di negara kita kalah jauh dengan negara tetangga, apalagi Singapura yang bagai langit dan palung laut. Saya cukup tergelitik, kenapa yang pendidikan yang jadi contoh? Mungkin menyentil seseorang yang itu lho, saya tak mau katakan, tapi pembaca Seword yang cerdas pasti sudah bisa menebak sebelum saya menanyakan ini.


 
Pengelolaan APBN, kata Sri Mulyani tidak hanya tentang bagaimana uang bisa masuk, namun juga keluar dengan tepat. APBN menjadi instrumen penting untuk menyelesaikan kemiskinan yang mengakar di Indonesia.

Pernyataan Sri Mulyani sebenarnya menyentil penggunaan anggaran yang tidak tepat sasaran sehingga efektivitas hasil sangat rendah. Serapan tinggi atau serapan malsimal hingga habis bukan jaminan bahwa tujuan atau sasaran dapat tercapai. Bahkan dalam banyak kasus, terutama di negara kita tercinta ini, serapan yang tinggi sering berakhir dengan dana disunat, dicuri, digelembungkan, bahkan dikorupsi.

Sebelum Ahok ada, mata kita seolah tertutup. Setelah menjabat, barulah banyak ditemukan banyaknya dana siluman yang mencengangkan. Dengan dana CSR saja Ahok bisa menunjukkan hasil yang spektakuler. Jika mau jujur, serapan APBD DKI yang rendah saat ini ternyata jauh lebih banyak hasilnya ketimbang tahun-tahun sebelumnya di mana APBD habis digunakan tapi hasilnya? Ngakak deh.

Satu hal yang terus saya pikirkan sejak Ahok mampu membangun dengan serapan APBD yang rendah, mungkin saja APBD DKI Jakarta tidak perlu sebesar 70 triliun seperti sekarang. Dengan etos kerja tanpa korupsi, dengan suntikan dana CSR yang dimanfaatkan sebaik mungkin, mungkin APBD tidak perlu sebesar sekarang. Ini hanya menurut perkiraan awam saya saja.

Mental korupsi ini yang bikin dana menggelembung tidak karuan. Dana diserap maksimal, tapi kadang tidak nampak hasilnya. Buat apa? Jadi bagi yang bertanya-tanya apalagi nyinyir tidak jelas mengenai serapan yang rendah, lihat saja pembangunan yang terjadi di Jakarta dan bandingkan dengan Gubernur dulu. Itu sudah bisa jadi bukti untuk membantah. Serapan maksimal tidak berarti pembangunan maksimal, terkadang malah korupsi ikut maksimal. Kalau dipakai tidak tepat sasaran, sebanyak apa pun uang takkan cukup, apalagi buat korupsi berjamaah.

Jika Sri Mulyani sedih melihat pengelolaan APBN, rakyat (yang waras) bahkan lebih sedih lagi, karena APBN juga berasal dari uang rakyat.

Bagaimana menurut Anda?

Tahukah Kalian Tentang Ablasi Retina pada Mata Kita?

Ablasi retina adalah kondisi ketika retina (lapisan tipis yang terletak di bagian belakang mata) mulai terlepas dari pembuluh-pembuluh dar...